KOMPOS WANGI, PRODUK INOVASI SISWA SMA NEGERI 1 MUARA ENIM

Tanaman hias seringkali dipupuk memakai kompos dari kotoran hewan yaitu Kotoran Sapi dan Kotoran Kambing. Kompos dari kotoran hewan menimbulkan aroma yang tidak sedap, apalagi jika dipakai untuk tanaman yang diletakkan di dalam ruangan. Sebagai solusinya, Sma Negeri 1 Muara Enim kembali mengeluarkan produk unggulan. Tiga orang siswa SMA Negeri 1 Muara Enim, atas  nama Afif Yuhendrasmiko, M.Apriyaldo, dan Mutiara Hikmah berhasil berinovasi dengan menciptakan pupuk kompos yang tidak menimbulkan bau tak sedap. Kompos Wangi ini berasal dari Bunga Kamboja Bali.


 


Bahan yang digunakan dalam pembuatan kompos ini terbilang sederhana. Bunga dan daun Kamboja bali, gula pasir, dan larutan EM4. Proses pembuatannya juga cukup sederhana. Langkah pertama menyiapkan media tanam (bunga dan daun kamboja. Selanjutnya, melarutkan EM4 dan gula ke dalam air, diamkan media tanam beberapa hari. Kemudian, taburkan dekomposer. Terakhir, tutup media tanam, cek dan monitoring dengan mengaduk dan membolak balik.

 


Dengan keunggulannya yang tidak menimbulkan bau tak sedap, kompos wangi ini memiliki nilai jual lebih tinggi daripada pupuk kompos dari kotoran hewan. Kompos wangi dari kamboja ini juga telah mendapatkan penghargaan sebagai juara III pada Rancang Produk Inovasi ECODAYS 2014 di Universitas Sebelas Maret Surakarta. 



Selain kompos wangi, Afif dan kawan-kawan juga membuat inovasi pemanfaat serabut pinang sebagai briket, energi alternatif untuk memasak. Selamat kepada para siswa SMA Negeri 1 Unggulan Muara Enim. Semoga terus berkarya dan berinovasi.

 

BERITA TERKAIT : Prestasi